Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
Prof, H. Mohammad Daud Ali, S.H. A. ( Manusia dan Alam semesta ; rangkuman )
Minggu, Februari 16
Tag :
education
MANUSIA DAN ALAM SEMESTA
Sesungguhnya dilihat dari sudut pandang manusia, yang ada
adalah Allah dan alam (semesta). Allah pencipta dan alam yang diciptakan. Alam
ialah segala sesuatu yag dapat ditangkap panca indra, perasaan dan pikiran
walaupun samar-samar. Mulai dari partikel (zarrah) yakni bagian benda yang
sangat kecil dan berdimensi sampai kepada jasad (tubuh) yang sangat besar,
ruang dan waktu (space and time) adalah
alam.
Sebelum Allah menciptakan Adam, alam semesta telah
diciptakannya dengan tatanan kerja yang teratur, rapih dan serasi. Keteraturan,
kerapian dan keserasian alam semesta dapat dilihat pada dua kenyataan. Pertama
dalam hubungan alamiah antara bagian - bagian didalamnya dengan pola saling
melengkapi dan mendukung. Misalnya, apa yang diberikan matahari untuk kehidupan
alam semesta. Selain berfungsi sebagai
penerang di waktu siang matahari juga berfungsi sebagai salah satu sumber
energi bagi kehidupan. Kedua, keteraturan yang ditugaskan kepada malaikat untuk
menjaga dan melaksanakannya.
Kedua hal itulah ang kemudian membentuk berbagai keserasian,
kerapian dan keteraturan yang kita yakini sebagai Sunnatullah yakni ketentuan
dan hukum yang ditetapkan Allah.
Setiap waktu secara teratur dan tetap matahari menyiramkan
energinya kepada alam semesta, tanpa bergeser dari posisi yang ditetapkan
Allah. Bumi, sebagai bagian alam semesta menyerap sinar matahari yang turun
secara tetap. Menurut para ahli, sebesar seperdua milyar bagian dari seluruh
pancaran matahari yang meluncur ke bumi.
Para ahli ilmu falak dapat meramalkan berbagai peristiwa alam seperti gerhana
matahari dan bulan, pergantian musim, cuaca dan sebagainya yang sangat
bertautan dengan ketentuan - ketentuan yang telah menjadi hukum dalam sistem
alam semesta.
Ada tiga sifat utama Sunnatullah yang disinggung dalam
Al-Quran yang dapat ditemukan oleh ahli ilmu pengetahuan dalam penelitian.
Ketiga sifat itu adalah (1) pasti, (2) tetap, (3) objektif.
Sifat Sunnatullah pertama adalah pasti atau tentu disebut
pada ujung ayat - ayat Al-Quran surat 25 (Al-Furqan) yang terjemahannya sebagai
berikut ..”Dia telah menciptakan sesuatu, dan Dia (pula yang memastikan
(menentukan) ukurannya dengan sangat rapi.” Di penghujung ayat 3 surat 65
(At-Talaq) terjemahannya (lebih kurang),..” sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan (kepastian) bagi tiap sesuatu”.
Sifat Sunnatullah yang pasti, tentu itu menjamin dan memberi kemudahan kepada manusia membuat
rencana. Seseorang yang memanfaatkan Sunnatullah dalam merencanakan suatu
pekerjaan besar, tidak perlu ragu akan ketepatan perhitungannya. Karena , kalau
dia bekerja menurut Sunnatullah, Allah menjamin kebenaran perhitungannya. Dan
setiap orang yang mengikuti dengan cermat ketentuan - ketentuan yang sudah
pasti itu, bias melihat hasil pekerjaan yang dilakukannya. Karena itu pula,
keberhasilan suatu pekerjaan (usaha atau
amal) dapat diperkirakan terlebih dahulu. Jika dalam pelaksanaan suatu rencana
atau pekerjaan ternyata tidak berhasil dapat dipastikan perhitungannyalah yang
salah bukan kepastian atau ketentuan yang terdapat dalam Sunnatullah.
Kenyataan diatas didukung oleh sifat Sunnatullah kedua yaitu
tetap, tidak berubah-ubah. Sifat ini terdapat dalam bagian ayat 115 surat
Al-An’an (6) yang terjemahannya (lebih kurang) sebagai berikut,.. “Tidak ada
yang sanggup mengubah kalimat - kalimat Allah”. Dalam bagian ayat 77 surat
Al-Isra’ (17) Allah berfirman sebagai berikut (terjemahannya lebih
kurang),..”Dan engkau tidak akan menemui perubahan dalam sunnah kami..”. Dengan
sifat Sunnatullah yang tidak berubah-ubah, seorang ilmuwan dapat memperkirakan
gejala alam yang akan terjadi dan memanfaatkan gejala alam itu. Seorang ilmuwan
dengan mudah memahami gejala alam yang satu dikaitkan dengan gejala alam lain
yang senantiasa mempunyai hubungan yang konsisten (taat asas).
Sifat Sunnatullah yang ketiga yaitu objektif. Sifat ini
tergambar pada firmanAllah dalam ayat 105 surat Al-Anbiya (21),
terjemahannya,..”bahwasanya dunia ini akan diwarisi oleh hamba - hamba-Ku yang
saleh”. Saleh artinya baik atau benar. Orang yang baik dan benar adalah orang
yang bekerja menurut Sunnatullah yang menjadi ukuran kebaikan dan kebenaran
itu. Kebenaran yang terdapat dalam Sunnatullah adalah kebenaran objektif,
berlaku bagi siapa saja dimana saja. Contoh ekstrim berikut yang dapat menjelaskan
apa yang dikemukakan diatas. Disuatu padang yang luas tanpa ada bangunan dan
pepohonan terdapat dua menara yang menjulang sama tingginya yaitu menara masjid
dan menara casino. Menara masjid tidak memakai penangkal petir kerena
pertimbangan bahwa masjid adalah
bangunan untuk Ibadah dan menaranya dipergunakan untuk memanggil orang
mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan menara casino memakai
penangkal petir (memenuhi Sunnatullah). Seandainya hujan datang dan petir
sambung - menyambung , maka yang tersambar lebih dahulu adalah menara mesjid.
Alam semesta yang patuh kepada hukum, ketetapan dan ketentuan
yang disebut Sunnatullah itu, berasal dari suatu masa yang kemudian
berdiferensiasi menjadi benda - benda langit.
Benda - benda langit berbeda-beda sifat dan ukurannya. Benda - benda
langit itu membentuk kelompok seperti
gugus bimasakti (gugusan bintang kecil - kecil beribu-ribu banyaknya sehingga kelihatan lajur cahaya). Jumlah gugus itu
tidak terhitung banyaknya. Benda - benda langit, baik kelompok maupun sendiri -
sendiri bergerak secara teratur walaupun
gerakannya bermacam-macam. Bulan
misalnya mengelilingi bumi dalam 29/30
hari. Bulan sambil mengelilingi bumi juga mengelilingi matahari dalam 365/366
hari. Bumi juga berputar di sekitar porosnya dalam waktu 24 jam. Matahari juga
bergerak sedikit dari utara ke selatan bolak - balik yang menyebabkan pergiliran musim. Dan karena keteraturannya,
alam semesta dapat dimanfaatkan manusia . “Tidakah kamu perhatikan,
sesungguhnya Allah telah menyerahkan untuk (kepentingan)mu semua isi alam
semesta (baik yang ada di langit maupun di bumi ) dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir batin..” demikian
(lebih kurang) bunyi terjemahan surat Luqman (31) ayat 20.
Manusia diberi “wewenang” mengelola dan memanfaatkan alam
semesta, diberi kedudukan “istimewa” sebagai khalifah. Khalifah arti harfiahnya
adalah pengganti atau wakil. Menurut ajaran Islam, manusia selain sebagai abdi
diberikan kedudukan sebagai khalifah mengelola dan memanfaatkan alam semesta
terutama ‘mengurus’ bumi ini. Agar dapat menjalankan kedudukannya itu, manusia
diberi bekal berupa potensi diantaranya adalah akal yang melahirkan berbagai
ilmu sebagai alat untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta serta mengurus
bumi ini. Ketika Adam sebagai manusia diangkat menjadi khalifah di bumi, Allah
mengajarkan kepadanya ilmu pengetahuan tentang “nama - nama (benda)”. Dalam
bagian pertama ayat 31surat Al-Baqarah (2) Allah menyatakan, “Dia telah
mengajarkan kepada Adam nama - nama (benda) seluruhnya..”. Pengetahuan yang
diajarkan Allah kepada Adam ini merupakan keunggulan komparatif manusia dari
makhluk - makhluk lainnya.
Dengan akal dan ilmu yang dikuasainya manusia akan mampu
menjalankan kedudukannya sebagai khalifah mengelola dan memanfaatkan alam
semesta serta mengurus bumi ini untuk kepentingan hidup manusia serta makluk
lain dilingkungannya dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.
Manusia akan ditanya apakah dalam menjalankan ‘amanat’ yang dipercayakan
kepadanya itu, ia mengikuti dan mematuhi pola dan garis - garis besar
kebijaksanaan yang diberikan kepadanya melalui para nabi dan rasul yang termuat
dalam ajaran agama.
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah
Subhanahu wata΄ala,
karena berkat rahmat-Nya dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini yang membahas tentang
Algoritma dan Pemograman. Tanpa pertolongan NYA mungkin saya tidak akan sanggup
menyelesaikan tugas makalah ini. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah
“Algoritma dan Pemograman”
Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Grandland, 16 Januari
2024
Wew wew
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ................................................................................................................................ 1
Daftar Isi............................................................................................................................................... 2
Isi
A.
Pengertian Algoritma Dan Pemrograman ......................................................... 3
B.
Tipe-Tipe
Algoritma Berdasarkan Format Penulisan....................................... 5
C.
Teks
Algoritma.................................................................................................................. 7
D.
Struktur
Dasar Algoritma........................................................................................... 9
Daftar
Pustaka................................................................................................................................... 10
A. PENGERTIAN
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
Para ahli sejarah matematika menemukan asal
kata Algorism yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal
yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khuwarizmi. Al- Khuwarizmi dibaca orang
barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab
Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The
book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga
memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari Algorism
menjadi Algorithm muncul karena kata Algorism sering
dikelirukan dengan Arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah
menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal
yang biasa. Maka lambat laun kata Algorithm berangsur-angsur dipakai
sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna
kata.
Menurut Rinaldi Munir, algoritma adalah
urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun
secara sistematis. Menurut KBBI Algoritma adalah urutan logis pengambilan
keputusan untuk pemecahan masalah. Jadi, Berdasarkan dua pengertian algoritma
di atas, dapat disimpulkan bahwa algoritma merupakan suatu istilah yang luas,
dan masih banyak lagi pengertian – pengertian tentang algoritma. Algoritma
tidak hanya berkaitan dengan dunia komputer akan teapi algoritma
juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa
contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat kita
ditemui dalam kehidupan sehari –
hari misalnya:
1.
Memasak mie instant.
Prosesnya
adalah
sebagai berikut:
1.
Memanaskan
air.
2.
Membuka
pembungkus mie instant.
3.
Memasukkan
mie ke dalam air mendidih.
4.
Taruh bumbu
di piring.
5.
Angkat mie
jika sudah masak.
6.
Campurkan mie
dengan bumbu yang sudah ada di piring.
7.
Mie siap
disajikan.
2.
Menelepon.
Prosesnya
adalah
sebagai berikut:
1.
Angkat
telepon.
2.
Tekan nomor
teleponnya yang dituju.
·
Jika diangkat
maka mulai berbicara setelah selesai tutup teleponnya.
·
Jika tidak
diangkat, maka tutup teleponnya.
Selain contoh diatas masih banyak lagi contoh – contoh sederhana
mengenai algoritma yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari.
Setiap manusia punya pola pikir
yang berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, oleh karena itu
dalam memecahkan suatu masalah ataupun juga algoritma dengan hasil yang
berbeda. Algortma dikatakan benar atau baik apabila dapat menyelesaikan suatu
masah.
Pemograman berasal dari kata program yang berarti serangkaian instruksi
yang ditulis untuk melakukan suatu fungsi spesifik pada komputer, sedangkan pemograman adalah
segala kegiatan pembuatan program menggunakan komputer. Komputer membutuhkan
keberadaan program agar bisa menjalankan fungsinya sebagai komputer. Selain itu
terdapat istilah bahasa pemograman yang berarti bahasa yang
digunakan dalam pembuatan program komputer. Oleh sebab itu berdasarkan pengertian algoritma dan
pemograman maka dapat disimpulkan bahwa
program merupakan hasil dari penerapan-penerapan algoritma.
Bahasa Pemrograman merupakan notasi yang
dipergunakan untuk mendeskripsikan proses komputasi dalam format yang dapat dibaca oleh komputer dan juga manusia.
Proses komputasi pada umumnya didefinisikan secara formal menggunakan konsep
matematika dari Mesin
Turing (model komputasi teoritis yang ditemukan oleh Alan Turing). Sebenarnya bahasa pemrograman dirancang sebagai media
untuk memfasilitasi komunikasi antara manusia dengan komputer.
Sebuah bahasa pemrograman disebut Turing Complete jika dapat dipergunakan untuk mendeskripsikan semua
komputasi yang dapat dilakukan Mesin Turing, yaitu memiliki variable integer dan operator aritmatik, pernyataan penugasan, pernyataan sekuensial, pernyataan seleksi, dan pernyataan iterasi didefinisikan secara formal menggunakan konsep
matematika dari Mesin
Turing.
B. TIPE-TIPE ALGORITMA
BERDASARKAN FORMAT PENULISAN
Penulisan algoritma
tidak ter-ikat pada suatu aturan tertentu, tetapi
harus jelas maksudnya dari suatu penulisan algoritma untuk tiap langkah
algoritmanya. Notasi algoritma bukan merupakan notasi bahasa pemograman, namun
notasi ini dapat diterjemahkan kedalam berbagai bahasa pemograman. Algoritma dapat
dinotasikan dalam beberapa cara, yaitu:
1. Untaian
Kalimat Deskriptif (Natural)
Algoritma
bertipe deskriptif maksudnya ialah algoritma yang ditulis
dalam bahasa manusia seperti bahasa Indonesia atau bahasa Ingris dan dalam bentuk kalimat. Notasi ini
cocok digunakan untuk algoritma yang pendek, namun untuk notasinya yang panjang, notasi ini kurang efektif
digunakan dan juga pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman
menjadi cenderung relatif sukar.
2. Pseudocode
Pseudocode berasal dari kata pseudo dan code . Pseudo berarti imitasi dan code ber-arti kode yang
dihubungkan dengan instruksi yang
ditulis dalam bahasa komputer atau kode bahasa pemograman. Pseudocode
digunakan untuk menggambarkan logika urut-urutan dari program tanpa
memandang bagaimana bahasa pemrogramannya.
3. Flow
Chart (Diagram Alir)
Diagram alir atau flow chart
adalah bagan menggambarkan
urutan langkah-langkah kegiatan atau program mulai dari awal sampai akhir dengan
menggunakan simbol atau gambar tertentu dan dan garis alir. Simbol-simbol yang mewakili
fungsi-fungsi langkah program dan garis alir (flow lines) yang menunjukkan urutan dari simbol-simbol yang
akan dikerjakan. Flowchart lebih baik digunakan dibandingkan dengan menggunakan pseudocode. Jumlah
simbol yang digunakan dalam flowchart sedikit, karena itu lebih sederhana dan
lebih mudah dipelajari.
Dalam pembuatan flowchart program tidak ada rumus atau patokan yang bersifat
mutlak, karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran
dalam menganalisis suatu masalah dengan komputer sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram
dengan yang lainnya.
Simbol - simbol Flow chart
Contoh Flow chart untuk
menentukan bilangan terkecil
C. TEKS ALGORITMA
Teks algoritma merupakan penjelasan atau deskripsi
langkah-langkah dari penyelesaian masalah yang tersusun secara sistematis. Langkah-langkah tersebut tidak
memiliki standar yang baku seperti pada bahasa pemrograman tetapi langkah-langkah tersebut mudah di mengerti
oleh si pembacanya. Agar teks algoritma yang dibuat mudah di translasikan ke bahasa pemrograman tertentu
maka sebaiknya langkah-langkah dari teks algoritma yang dibuat berkoresponden
dengan perintah-perintah bahasa pemrograman. Teks algoritma disusun atas tiga bagian
atau blok yaitu; bagian judul agoritma (header), bagian deklarasi, dan bagian
deskripsi. Setiap bagian dapat diberi komentar yang biasanya dituliskan
menggunakan kurung kurawal.
·
Judul Algoritma
penjelasan tentang algoritma tersebut. Nama algoritma sebaiknya singkat, namun cukup menggambarkan apa yang akandilakukan oleh algoritma tersebut. Di bawah nama algoritma disertai dengan penjelasan singkat atau tentang apa yang dilakukan oleh algoritma. Penjelasan di bawah nama algoritma sering dinamakan juga spesifikasi algoritma. Algoritma harus ditulis sesuai dengan spesifikasi yang didefinisikan.
Contoh :
Program Luas_Kubus ← {Judul Algoritma}
{
Menghitung luas kubus untuk ukuran sisi yang dibaca dari piranti masukan lalu
mencetak hasilnya kepiranti keluaran} ←
{Spesifikasi Algoritma}
·
Deklarasi
Deklarasi
atau disebut juga Kamus, deklarasi adalah bagian teks algoritma sebagai tempat
untuk mendefinisikan semua
nama yang dipakai di dalam algoritma. Nama tersebut dapat berupa nama
type, nama konstanta, nama variabel, nama fungsi, dan nama prosedur. Semua nama tersebut baru
dapat dipakai di dalam algoritma jika telah didefinisikan terlebih dahulu
didalam kamus. Penulisan sekumpulan nama dalam kamus sebaiknya dikelompokan menurut
jenis nama tersebut. Nama variabel belum terdefinisi nilainya ketika
didefinisikan. Pendefinisian nama konstanta sekaligus memberikan harga
konstanta tersebut, pendefinisian nama fungsi dilakukan sekaligus dengan domain
atau range serta spesifikasinya. Pendefinisian nama prosedur sekaligus dengan
pendefinisian parameter (jika ada) dan spesifikasi prosedur (kondisi awal
“Initial State”, Kondisi akhir “ Final State” dan proses yang dilakukan).
Contoh :
{Nama type, hanya untuk type yang bukan type
dasar}
type jam : <hh,mm,ss :integer>
{Type jam terdiri dari 3 masukan yaitu “hh” sebagai
jam. “mm” sebagai menit dan “ss” sebagai
detik}
{Nama konstanta, harus menyebutkan type dan
nilai }
constant phi : real =
3,14159
constant nama : string =
‘Alex’
constant benar : boolean = true
{Nama Informasi, menyebutkan type}
x,y : integer {suatu
nilai yang bertype bilangan bulat}
NMax : real {nilai
maksimum yang bertype bilangan real}
Nama : string {suatu
nilai yang merupakan kumpulan character}
P : point {suatu
nilai pada bidang kartesian}
Cari : Boolean {suatu
nilai logika}
{Nama fungsi, menyebutkan domain dan range}
function RealToInt
(x:real) → integer
{mengubah harga x yang bertype real menjadi
harga ekivalen yang bertype integer}
{Nama prosedur, menyebutkan “IS” initial
state, “FS” final state dan proses}
procedure tukar
(input/output x,y : real)
{ IS x dan y terdefinisi, x = a dan y = b
FS x = b dan y = a
Proses : menukar isi informasi bilangan x dan
y }
·
Deskripsi
Deskripsi
atau sering disebut juga algoritma. Deskripsi adalah bagian inti dari suatu
algoritma yang berisi instruksi atau pemanggilan aksi yang telah didefinisikan.
Komponen-komponen teks algoritma dalam pemrograman yaitu: instruksi dasar
seperti input/output, assignment , sequence (runtutan), analisa kasus, perulangan. Setiap langkah algoritma dibaca dari langkah
paling atas hingga langkah paling bawah. Urutan penulisan menentukan urutan
pelaksanaan perintah.
Contoh :
input (c,d) {menerima masukan 2 bilangan c dan
d}
if c < d then {operasi kondisional}
e ← a + b {e di assignment oleh
nilai a dan b}
else
e ← a – b
output (e) {hasil keluaran berupa bilangan e}
D. STRUKTUR DASAR ALGORITMA
Sebuah
algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar yang membentuk
konstruksi suatu algoritma. Struktur-struktur dasar tersebut ialah:
·
Runtunan (sequence)
Pada struktur sekuensial instruksi dikerjakan
secara berurutan baris perbaris mulai dari baris pertama hingga baris terakhir,
tanpa ada loncatan atau perulangan. Pada struktur ini Tiap instruksi dikerjakan
satu per satu.
·
Pemilihan (selection)
Struktur seleksi adalah instruksi yang
dipakai untuk memilih satu aksi dari beberapa kemungkinan aksi berdasarkan suatu syarat.
·
Pengulangan (repetition)
Struktur perulangan adalah instruksi yang
dapat mengulang sederetan instruksi secara berulang-ulang sesuai persyaratan
yang ditetapkan. Struktur instruksi perulangan pada dasarnya terdiri atas :
• Kondisi perulangan, yaitu suatu kondisi
yang harus dipenuhi agar perulangan dapat terjadi.
• Badan atau body perulangan, yaitu deretan
instruksi yang akan diulang-ulang pelaksanaannya.
• Pencacah (counter) perulangan, yaitu suatu
variabel yang nilainya harus berubah agar perulangan dapat terjadi dan pada
akhirnya membatasi jumlah perulangan yang dapatdilaksanakan.
DAFTAR
PUSTAKA
Chipp. (2009, 11 March). Algoritma
dan Pemrograman Dengan C++. Diperoleh 15 januari 2013, from http://ilmukomputer.org/2009/03/11/algoritma-dan-pemrograman-dengan-c/
Hannan. (2010, 12 Juni). Pengertian
Pemrograman. Diperoleh 15 januari 2013, from http://hannan.h08.alumni.ipb.ac.id/
Wirman. (2009, 3 march). Algoritma Pemrograman Dengan Menggunakan C++. Diperoleh 15 januari 2013, from http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/03/wirman-algoritma
Hariyanto. (2009).
Algoritma Dan Pemrograman. Diperoleh
15 januari 2013, from
http://hariyanto.staff.jak-stik.ac.id/?en_algoritma-dan-pemrograman,20
Anonim. (2012, 13 December). Algoritma. Diperoleh 15 januari 2013, from http://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma/
Anonim. (2012, 13 December). Pemrograman. Diperoleh 15 januari 2013, from http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman
Anonim. (2009, 19 Juni). Algoritma dan Pemrograman. Diperoleh 15 januari
2013, from http://www.nusinau.com/algoritma-dan-pemrograman/
PENGANTAR ALGORITMA DAN PROGRAM. Diperoleh 15 januari 2013, from


